Investasi Properti adalah salah satu bentuk investasi yang paling menguntungkan. Hampir dipastikan harga properti naik setiap tahunnya. Saat ini telah semakin banyak Developer yang memasarkan Properti dengan Skema 100% Syariah.  Hal ini menunjukkan bahwa minat umat Islam untuk kembali ke Syariah semakin besar. Termasuk di bidang Properti. Ditambah lagi dengan maraknya kajian-kajian Islam di Masjid-Masjid maupun di media sosial membuat semakin banyak yang memahami akan bahaya RIBA.

Membeli properti dengan Skema syariah memiliki banyak keuntungan diantaranya sebagai Berikut:

Tanpa RIBA

Tidak ada Bunga dalam properti syariah. Uang atau Angsuran yang dibayarkan oleh Calon konsumen telah sesuai dengan harga yang telah ditetapkan di awal pada saat Akad.

Tanpa Denda

Dalam properti syariah tidak dikenal dengan istilah denda keterlambatan. Karena denga yang wajib dibayar konsumen saat terlambat membayar angsuran merupakan praktek RIBA. Keterlambaan masih dapat dibicarakan bersama dengan developer.

Tanpa Sita

Dalam properti konvensional, ketika konsumen menunggak cicilan dala waktu tertentu maka properti dapat disita. Namun dalam properti syariah, tidak ada istilah Sita. Solusi yang diberikan adalah Developer dan Konsumen akan menjual aset atau rumah tersebut ke pihak lain. Kemudian hasil penjualannya digunakan untuk membayar sisa hutang ke Developer. Jika ada sisa maka itu menjadi milik Konsumen pertama.

Tanpa BI Checking

Salah satu yang menjadi penghambat beberapa konsumen properti terutama mereka yang bekerja di sektor informal maupun yang pernah bermasalah dengan cicilan macet adalah BI Chekcking. Dalam properti syariah tidak ada BI Chekcing, yang penting calon customer siap dan mampu membayar skema pembayaran ke Developer. Beberapa Developer syariah menerapkan sistem wawancara dan Cetak buku tabungan sebagai mitigasi resiko bahwa konsumen yang akan mengambil unit benar-benar akan mampu membayar angsuran ke Developer.

Tanpa Akad Bermasalah

Akad dalam properti syariah adalah langsung dari konsumen ke pihak Developer tanpa melipatkan pihak ketiga.  Saat melakukan akad, kedua belah pihak akan menyepakati satu harga yang dipilih yang nilainya tidak akan berubah-ubah. Instrumen yang sering dipakai oleh developer properti syariah adalah Akad Isthisna’ (skema pesan bangun).  Namun ada juga developer yang memiliki modal cukup dan memnyediakan rumah seacara ready stock. Calon konsumen dipersilahkan memilih skema pembayaran seacara cash maupun angsuran. Khusus untuk rumah ready stock biasanya developer hanya menerima pembayaran Cash keras atau Cash bertahap.

0 Komentar